http://www.uangpoker.com/?ref=3888888888888888888888 http://www.ligabola.com/Default5.aspx?ref= http://www.klikqq.com/?ref=KLIK99 http://www.liga99.com/?ref=LIGA99 http://www.ligapoker.com/?ref=NEW38888888 http://www.klik365.com/Default12.aspx?ref=

Sabtu, 08 Maret 2014

Zidane Simpan Mimpi Jadi Manajer Suatu Hari Nanti

Madrid - Mantan pemain sepakbola jadi manajer adalah sesuatu yang lazim. Beberapa eks pemain bahkan sukses jadi manajer juga. Ini adalah mimpi yang juga dipegang erat-erat oleh Zinedine Zidane.

Ambil contoh Pep Guardiola. Setelah jadi bagian generasi emas Barcelona di bawah arahan Johan Cruyff, lalu jadi kapten El Barca pada era 90-an, Guardiola kini bergelimang sukses sebagai manajer.

Mulai dari trofi La Liga sampai Liga Champions sudah ada dalam koleksi Guardiola. Kini, dia sedang mencoba untuk menambah koleksi trofinya bersama Bayern Munich.

Carlo Ancelotti, yang kini menukangi Real Madrid, juga demikian. Carletto pernah mendapatkan berbagai trofi selama bermain dengan AS Roma dan AC Milan. Setelah jadi manajer, dia meraih berbagai gelar juara bersama Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, dan kini tengah berusaha mendapatkan gelar bersama Madrid.

Zidane kini mengaku sedang belajar. Menjadi asisten pelati di Madrid, menurutnya, adalah salah satu cara untuk memperhatikan bagaimana jadi seorang manajer yang bagus.

"Saya ingin jadi manajer di masa depan," ujar Zidane seperti dilansir Marca.

"Saya sedang belajar di bawah seseorang pelatih hebat, seseorang yang saya kenal, dan apa yang saya lakukan sekarang adalah belajar supaya saya bisa jadi manajer di masa depan."

Zidane sendiri diakui sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Tidak hanya bergelimang gelar, gayanya dalam bermain --dan juga mengatur tempo permainan-- adalah salah satu yang masih dikenang sampai saat ini.