http://www.uangpoker.com/?ref=3888888888888888888888 http://www.ligabola.com/Default5.aspx?ref= http://www.klikqq.com/?ref=KLIK99 http://www.liga99.com/?ref=LIGA99 http://www.ligapoker.com/?ref=NEW38888888 http://www.klik365.com/Default12.aspx?ref=

Selasa, 11 Maret 2014

Munich - Bayern Munich sementara lebih unggul atas Arsenal di Liga Champions. Namun pelatih Die Roten Pep Guardiola mewaspadai kebangkitan Mesut Oezil yang bisa jadi problem besar bagi mereka. Pertemuan Bayern dan Arsenal pada leg pertama babak 16 besar di Emirates Stadium seolah menjadi titik terendah penampilan Oezil bersama The Gunners musim ini. Dia gagal menyarangkan bola saat mengeksekusi penalti. Hasil akhirnya Bayern unggul 2-0. Wenger mengistirahatkan Oezil saat menghadapi Sunderland di Premier League kemudian. Pemain internasional Jerman itu baru diturunkan kembali saat melawan Stoke City. Itupun dari bangku cadangan. Oezil kembali dipasang saat Arsenal menghadapi Everton yang berakhir 4-1 di Piala FA akhir pekan lalu. Dia menyumbangkan satu gol dan satu assist di laga tersebut. Tanda-tanda Oezil "comeback" itu membuat Pep yakin Oezil bisa menyulitkan anak asuhnya pada leg kedua di Allianz Arena Rabu (12/3/2014) dinihari. "Orang berpikir 'sudah 2-0 Anda tak punya lagi kesempatan di Munich'. Tapi itu menjadi persoalan utama buat kami. Mereka mempunyai (Per) Mertesacker, (Tomas) Rosicky, (Kieran) Gibbs, (Mikel) Arteta—banyak pemain bagus," kata Pep kepada Independent. "Saya tak ingin Oezil mengontrol pertandingan. Itu akan jadi persoalan besar untuk kami. Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami harus menyerang, memberikan penampilan terbaik, tampil agresif tanpa bola. "Saya tak pernah bermain di Inggris atau melatih tim di sana. Makanya saya tak tahu seberapa sulit. Tapi saya bisa membayangkan betapa sulitnya itu bagi Oezil yang harus bermain tiga pertandingan pada November, Desember dan Januari. "Tapi ini satu pertandingan, ini final, Arsenal tahu itu dan Oezil juga tahu. Untuk satu laga penentuan setiap pemain akan melakukan apapun. Berdasarkan pengalaman, saya berharap performa dari lawan. Oezil akan memberikan performa yang terbaik daan kami harus mempersiapkannya," ucap orang Spanyol tersebut

Leverkusen - Bayer Leverkusen akan menjalani misi nyaris mustahil di babak 16 besar Liga Champions. Klub Jerman itu akan mencoba meraih kemenangan sensasional di kandang Paris Saint-Germain.

Leverkusen kalah telak dengan skor 0-4 dari PSG di leg pertama babak 16 besar. Dengan demikian, untuk membalikkan keadaan dan lolos ke perempatfinal, mereka wajib mengalahkan PSG dengan selisih minimal lima gol di leg kedua yang akan digelar di Parc des Princes, Paris, Kamis (13/3/2014) dinihari WIB.

Melihat performa kedua tim belakangan ini, rasanya tugas yang dipikul Leverkusen terlalu berat -- kalau tak bisa dibilang mustahil tercapai. PSG selalu menang dalam lima pertandingan terakhirnya, sementara Leverkusen sedang terpuruk dan lima kali kalah dalam enam partai terakhir.

PSG juga sangat tangguh setiap kali tampil di hadapan publiknya sendiri. Les Parisiens baru kalah sekali di Parc des Princes pada musim ini, yakni ketika takluk dari Montpellier di ajang Piala Prancis. Itu pun dengan skor tipis 1-2.

Namun, Leverkusen tak mau begitu saja lempar handuk. Meski menyadari beratnya tugas mereka di Paris, tim besutan Sami Hyypia itu ingin tetap berjuang.

"Kami tak boleh begitu saja melepaskan pertandingan ini karena kalau tidak kami bisa mengirimkan tim U-23," ujar Hyypia yang dikutip Reuters.

"Saya sangat menantikan pertandingan ini dan setiap pemain harus merasakan hal yang sama," tambahnya.

"Ini adalah sebuah tantangan dan kami harus bermain bagus. Saya adalah seorang pejuang dan saya berharap tim saya juga punya pendekatan yang sama," kata mantan bek Liverpool ini.