London - Tottenham Hotspur mengusung misi lolos ke Liga Champions musim depan, usai gagal di dua musim terakhir. Anda kembali tak lolos pun, Christian Eriksen tak akan terlalu mempermasalahkannya.
Eriksen bergabung ke Spurs di awal musim ini sebagai bagian dari proyek besar tim London utara tersebut. Lilywhites memang mengadakan belanja besar di bursa transfer musim panas lalu untuk memenuhi misi lolos ke Liga Champions.
Namun pada prosesnya laju Spurs ternyata tak mulus. Mereka sempat berada dalam periode suram yang berujung pada pemecatan Andre Villas-Boas dari kursi manajer. Kini bersama Tim Sherwood, peluang untuk ke kompetisi tertinggi antar klub Eropa itu masih terbuka kendati tak akan mudah.
Saat ini Spurs menempati posisi lima klasemen dengan nilai 53 dari 28 laga. Mereka tertinggal empat poin dari Manchester City di tangga keempat, tapi The Citizens masih punya dua partai di tangan. Sementara dengan Liverpool dan Arsenal di urutan dua-tiga (jumlah laga sama), anak-anak asuh Sherwood tertinggal enam angka.
Hanya ada 10 pertandingan tersisa di Premier League, maka Spurs harus tancap gas dan tak boleh kehilangan poin-poin krusial. Namun di tahap akhir kompetisi ini hal itu jelas tak akan mudah diwujudkan, mengingat tim-tim lain bakal mati-matian mempertahankan poin untuk mempertahankan atau memperbaiki posisi.
Belum lagi ada tiga lawan besar yang dihadapi anak-anak London utara tersebut, yakni Chelsea akhir pekan ini, lalu Arsenal, dan Liverpool. Eriksen pun legowo jika akhirnya timnya gagal ke Liga Champions.
Jika sebelumnya Jan Vertonghen mengaku akan mempertimbangkan masa depannya andai Spurs gagal lolos, Eriksen menyatakan akan bertahan di klub
Jumat, 07 Maret 2014
Eriksen Bakal Bertahan Andai Spurs Gagal ke Liga Champions
13.49
Liga inggris













Jakarta