Istanbul - Stamford Bridge adalah tempat yang spesial untuk Didier Drogba. Oleh karenanya, ada perasaan tidak biasa ketika dia harus kembali ke tempat tersebut sebagai lawan.
Didier Yves Drogba Tebily menghabiskan waktu delapan tahun membela Chelsea, yang mana bisa disebut sebagai masa-masa terbaik dalam kariernya. Setelah mencuat bersama Olympique Marseille, bersama Chelsea-lah nama Drogba bertambah besar.
Drogba adalah bagian dari skuat Chelsea bentukan Jose Mourinho ketika pelatih asal Portugal itu pertama kali menginjak Stamford Bridge. Sudah tentu, dia juga jadi bagian dari kesuksesan The Blues ketika menjuarai Premier League dua musim berurutan pada 2005 dan 2006.
Mourinho kemudian pergi pada 2007, tapi Drogba tetap tinggal di Chelsea. Dia kemudian menambah satu koleksi medali Premier League lagi pada 2010.
Sebagai tambahan, Drogba juga membawa Chelsea empat kali juara Piala FA, dua kali juara Piala Liga Inggris, dan satu kali juara Liga Champions.
"Perasaan saya campur aduk," ujarnya di situs resmi UEFA.
"Saya senang bisa melawan mantan klub saya, melawan teman-teman saya. Tapi, pada saat bersamaan, ini juga jadi momen spesial karena saya tidak tahu akan seperti apa reaksi saya nantinya.
Senin, 17 Maret 2014
Bakal Kembali ke Stamford Bridge, Perasaan Drogba Campur Aduk
14.27
Liga inggris













Jakarta